Pemuda sejak dulu hingga sekarang merupakan sebuah bibit masa depan suatu masyarakat dan negara. Akan tetapi sangat disayangkan apabila pemuda yang menjadi sebuah harapan kini mulai ternodai dengan lingkungan, sifat, maupun karakter yang tidak baik. untuk itu, sangat pentingnya suatu lingkungan yang baik agar pemuda dapat menjadi harapan yang sebenarnya.
Manusia mengenal lingkungan melalui sosialisasi, betapa pentingnya sebuah sosialisasi yang baik akan membuat seseorang menjadi baik pula. Seseorang yang tinggal dilingkungan pencopet, lambat laun akan ikut menjadi copet, sedangkan seseorang yang tinggal dilingkungan yang baik, dermawan, sehat, dan semangat pun akan membuat orang itu menjadi orang yang lebih baik juga. Dan penentu sosialisasi yang sangat berpengaruh dimasa depan ialah ketika saat menjadi seorang 'pemuda', karena Pemuda adalah golongan manusia muda yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik agar dapat melanjutkan dan mengisi pembangunan yang kini telah dan akan berlangsung. Proses kehidupan yang dialami oleh para pemuda Indonesia tiap hari baik dilingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat akan membawa pengaruh yang besar pula dalam membina sikap untuk dapat hidup di masyarakat, inilah yang disebut sebagai sosialisasi.
Sebagai contoh dari pada saat masa lalu, dimana semua serba susah yang membuat berbagai pemuda memiliki pemikiran kritis, mempunyai inovasi, dan berfikiran kedepan telah membuat banyak perubahan pada negara Indonesia ini, contoh awalnya ialah ketika Indonesia belum merdeka, pemudalah yang bergerak dan bersemangat dalam memerdekakan indonesia, dan pada saat masa kejayaan Presiden Soeharto pun, pemudalah yang telah membuat runtuhnya kejayaan itu, bisa dilihat betapa berpengaruh dan besarnya potensi pemuda pada saat itu. Bahkan Presiden Soekarno pernah berkata bahwa
"Berikan aku 10 pemuda maka akan kuguncang dunia!"
Namun sayang, gejolak pemuda lambat laun semakin meredup akibat semua hal yang serba ada, mulai dari banyaknya terjadi tawuran, , pergaulan bebas, dan obat - obatan pun melekat dipikiran tiap orang apabila mendengar kata pemuda zaman sekarang. Lingkungan yang sudah mengglobal, sehingga banyak budaya asli yang saat ini telah pudar dan diganti dengan kebudayaan yang bebas dengan mengatasnamakan hak azasi manusia lah yang telah membuat pemuda saat ini telah ternodai. Proses sosialisasi banyak ditentukan oleh susunan kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan. Sosialisasi dititikberatkan pada soal individu dalam kelompok melalui pendidikan dan perkembangan. Inilah masalah pada zaman ini dimana seseorang akan melakukan segala cara agar diakui oleh kelompoknya, dimana seseorang harus mengikuti kebiasaan, tingkah laku, dan apapun yang dilakukan oleh kelompoknya. Untuk itu, kita sebagai pemuda yang berada dimasa kini, sehancur apapun negeri kita saat ini, lingkungan kita saat ini, kita tetap menjadi bibit harapan negara kita ini, baik buruknya negara ini tergantung apa yang kita lakukan saat ini maupun dimasa yang akan datang. Belajarlah bersosialisasi yang baik, dimana kita harus dapat memilih dimana tempat kita harus berteman dengan seseorang dan mana yang tidak, mana yang akan membawa dampak positif dan mana yang tidak, karena pemuda memiliki potensi yang sangat besar. Perbedaan potensi pemuda saat ini dan dulu tidaklah berbeda, yang membedakan ialah kapan kita akan mengeluarkan potensi besar itu untuk kebangkitan negara ini. Ketika pemuda dulu berjuang untuk memerdekakan Indonesia, Pemuda kini mempunyai beban berat, yaitu bagaimana negara kita dapat mandiri, memaksimalkan dan menjaga sumberdaya alam, memaksimalkan sumberdaya manusia yang ada, dan dapat bersaing dengan negara maju lainnya, itulah tugas kita yang secara tidak langsung telah diberikan oleh negara kita ini.
0 komentar:
Posting Komentar